BELITUNGTIMES.COM, MANGGAR – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Belitung Timur.
Seorang guru dari SMA Negeri 1 Manggar, Winda Ari Anggraini berhasil lolos seleksi menjadi Kepala SMA Unggulan Garuda Belitung Timur yang merupakan salah satu sekolah unggulan baru yang tengah disiapkan pemerintah.
Dihubungi belitungtimes.com, Kamis (12/3/2026), Winda mengaku tidak menyangka dirinya bisa melewati seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah tersebut.
Dia mengungkapkan perasaan campur aduk antara syukur, kaget, sekaligus terharu.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, kaget juga, dan terharu bisa lolos seleksi ini. Karena sebenarnya ini adalah salah satu impian saya, bisa mengabdi di Sekolah Garuda di Belitung Timur,” ujarnya.
Bagi Winda, pencapaian ini bukanlah sesuatu yang datang secara instan.
Dia bilang perjalanan menuju titik ini merupakan proses panjang yang dilalui dengan berbagai persiapan dan pengalaman di dunia pendidikan.
Motivasi utamanya mengikuti seleksi kepala sekolah di SMA Unggul Garuda Belitung Timur karena menurutnya program tersebut sangat sejalan dengan visi hidup yang selama ini ia pegang.
“Motivasi saya mengikuti seleksi ini karena sangat in line dengan visi hidup saya, yaitu ingin mengembangkan kompetensi sumber daya manusia peserta didik agar memiliki standar internasional. Hal itu sangat sejalan dengan visi Sekolah Garuda,” jelasnya.
Perempuan yang merupakan lulusan magister dari University of Birmingham Inggris ini juga mengungkapkan salah satu momen paling menegangkan selama proses seleksi.
Menurutnya, tahap yang paling membuatnya deg-degan adalah saat harus melakukan presentasi dan wawancara langsung di hadapan Wakil Menteri Pendidikan.
“Saat presentasi dan wawancara langsung di hadapan Wamen Stella, saya benar-benar gugup dan bergetar. Tapi karena semuanya sudah dipersiapkan dengan matang sebelumnya, akhirnya bisa mengalir saja,” kata Winda.
Ke depan, Winda membawa visi besar dalam memimpin SMA Unggulan Garuda Belitung Timur.
Dia ingin menjadikan sekolah tersebut sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda Belitung Timur yang memiliki daya saing global, tanpa meninggalkan karakter dan akar budaya daerah.
Menurutnya, sekolah unggulan harus mampu menghadirkan pendidikan berkualitas internasional, ekosistem belajar yang inovatif, serta membentuk siswa yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dia pun berharap amanah baru ini bisa menjadi ruang pengabdian yang lebih luas bagi dirinya untuk berkontribusi bagi pendidikan Indonesia.
“Harapan saya dengan terpilihnya sebagai kepala SMA Unggulan Garuda Belitung Timur, saya bisa berkontribusi lebih banyak bagi bangsa. Ini adalah tanggungjawab besar yang harus saya emban ke depan,” tutupnya.

