TANJUNGPANDAN— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di sejumlah sekolah di wilayah Belitung dan Belitung Timur menunjukkan dampak positif terhadap kesehatan dan kehadiran siswa. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Tim Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V pada tanggal 27 hingga 30 Oktober 2025, yang dipimpin oleh Ketua Tim, Bapak Ramadhian Nuzul Ladorba, S.AP., program ini mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. Meski demikian, tim monev juga mencatat sejumlah hal penting yang perlu diperbaiki untuk pelaksanaan program ke depan.
SMKN 1 Tanjungpandan: Antusiasme Tinggi, Perlu Tindak Lanjut Laporan Khusus
Kepala SMKN 1 Tanjungpandan, Erliana, S.Pd.Ekop., M.M., menyatakan bahwa program MBG sangat membantu siswa kurang mampu dengan menyediakan makanan bergizi setiap hari. Meskipun sayuran kurang diminati, sebagian besar makanan habis dikonsumsi, menandakan kebutuhan nyata terhadap program ini.
Ucapan Terima Kasih dari Para Siswa, Susliana (11.BR.1), Berekhya Exell Josean (10.PM.1), dan Rifky Pebriansyah (11.AK.2) menyampaikan rasa syukur atas bantuan MBG yang mereka terima di sekolah. Program ini tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga membantu keluarga mereka secara nyata.
Mereka menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hadirnya program ini, serta berharap agar MBG (Makan Bergizi Gratis) dapat terus berlanjut demi mendukung masa depan pendidikan yang lebih baik. Program MBG dinilai penting sebagai upaya pemenuhan gizi anak-anak sekolah, sekaligus mendorong semangat belajar dan tumbuh kembang yang optimal.
Namun, laporan khusus terkait makanan berkondisi tertentu belum mendapat tindak lanjut resmi. Ramadhian Nuzul Ladorba, S.AP., dari Cabdin Wilayah V, menyampaikan bahwa koordinasi dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan segera dilakukan. Sekolah juga diwajibkan mengisi laporan harian sebagai bentuk pengawasan mutu makanan.
SMAN 2 Tanjungpandan: Kendala Kualitas Nasi dan Jadwal Pengantaran, Peran UKS Sudah Berjalan Dengan Baik
Sebanyak 796 siswa menjadi penerima manfaat MBG di SMAN 2 Tanjungpandan. Namun, pada awal pelaksanaan, ditemukan keluhan terkait kualitas nasi yang keras, terutama dalam dua minggu pertama MBG. secara umum program MBG telah berjalan dengan baik, sk kepanitian telah terbentuk, program MBG mendapat sambutan yang baik dari siswa hingga orangtua. Peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sudah sangat berperan di sekolah ini dalam hal edukasi gizi dan kebersihan. Gangguan aplikasi pelaporan juga menghambat kelancaran input data harian.
Kepala sekolah, Sudiyono, S.Pd., Menyampaikan program MBG sudah berjalan dengan baik di sekolah ini. Ia menyoroti ketidaktepatan jadwal pengantaran makanan yang sering datang sesudah jam istirahat, sehingga dinilai kurang mendukung kegiatan belajar mengajar. Ia juga menyampaikan peran UKS sudah berjalan dengan sangat baik dalam hal edukasi gizi dan kebersihan. Distribusi susu berkadar gula tinggi menjadi catatan untuk perbaikan dan telah dilaporkan. Sering terjadi gangguan aplikasi membuat pelaporan terganggu. minimnya pembeli di kantin sekolah turut menjadi perhatian imbas dari program MBG di sekolah, disampaikan Ilfa, S.T Koordinator MBG SMAN 2 Tanjungpandan.
Ramadhian, Mengapresiasi peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah ini telah berjalan baik. Ia juga Mengingatkan agar Tim MBG di sekolah ini tetap solid dan konsisten dalam menjalankan tugas, mengingat peran mereka sebagai ujung tombak pelaksanaan program MBG di sekolah.
SMAN 1 Kelapa Kampit: Kehadiran Siswa Meningkat, Evaluasi Menu Diperlukan
Salah satu siswa SMAN 1 Kelapa Kampit, Muhammad Riskal Pahlevi (XI.1), turut merasakan manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai sejak 6 Oktober 2025. Sejak pelaksanaan program tersebut, pemenuhan gizi siswa telah ditangani langsung oleh ahli gizi, sehingga kebutuhan nutrisi harian terpenuhi dengan baik.
Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kehadiran MBG. Pelayanan dari para guru dalam proses pembagian makanan pun berlangsung dengan sangat baik dan tertib. Ia berharap Program MBG di SMAN 1 Kelapa Kampit terus berlanjut sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kesehatan gizi dan semangat belajar siswa.
Di SMAN 1 Kelapa Kampit, siswa menunjukkan peningkatan kehadiran sejak program MBG berjalan. Namun, beberapa siswa mengeluhkan rasa makanan dan kurangnya variasi sayur. Menu hari Jumat yang menyertakan susu justru lebih diminati serta menu tradisonal seperti rendang sangat diminati..
Temuan makanan tidak layak konsumsi telah ditindaklanjuti sesuai prosedur hal tersebut terjadi di minggu pertama program ini. Kepala Sekolah Riskan Akhbari, S.Pd., menekankan pentingnya ketepatan jadwal pengantaran agar kegiatan KBM di sekolah dapat berjalan sesuai jadwal. Sekolah juga diminta melengkapi dokumen pendukung, termasuk SK pelaksanaan MBG.
SMAN 1 Damar: Antusiasme Tinggi, Administrasi Perlu Diperkuat
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Iip Priyanto. S.Pd. Menyampaikan Sebanyak 360 siswa di SMAN 1 Damar menerima manfaat MBG. Program ini disambut antusias dan berdampak positif terhadap kehadiran serta semangat belajar siswa. Namun, hasil monev agar sekolah ini membuat pelaporan harian diaplikasi dan SK pelaksanaan belum disusun.
Laporan awal program ini berjalan sempat mencatat adanya benda asing dalam makanan, namun telah ditangani sebagai mana disampaikan Waka. Kesiswaan Iip Priyanto. S.Pd. Ketua Tim monev menitipkan pesan khusus agar UKS mulai dilibatkan dalam pemantauan dan edukasi gizi, dan diharapkan perannya terus diperkuat.
SLBN Manggar: Menu Sesuai Standar, Program ini Sangat Membantu Siswa
Sebanyak 128 siswa SLBN Manggar menikmati manfaat MBG. Menu makanan dinilai sesuai standar gizi, meskipun tekstur nasi masih perlu diperbaiki. Edukasi gizi berjalan baik disekolah ini, dan jadwal distribusi makanan telah sesuai.
Namun, SK panitia MBG belum tersedia. sosialisasi program sudah berjalan. Kepala sekolah Ari Mulyanto, S.Pd. menekankan bahwa MBG sangat membantu siswa yang tinggal jauh dari orang tua, terutama dalam mendukung pola hidup sehat dan semangat belajar di asrama.
SMKN 1 Dendang: Siap Laksanakan MBG
Kegiatan pra-MBG di SMKN 1 Dendang menunjukkan kesiapan sekolah dalam menyambut program. Sarana dan prasarana telah disiapkan, koordinasi berjalan lancar, dan antusiasme siswa serta guru tinggi. Kepala sekolah, Mardiansyah, S.Kom., M.Pd., menyatakan kesiapan penuh untuk melaksanakan MBG.
SMAN 1 Simpang Pesak: Program Dihentikan Sementara, Evaluasi Menyeluruh Dilakukan
Program MBG di SMAN 1 Simpang Pesak sempat berjalan selama satu bulan, namun dihentikan sementara akibat kendala teknis dan berakhirnya kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala sekolah, Kemas Akhiriyan, M.Pd.I., menyampaikan bahwa orang tua siswa mempertanyakan kelanjutan program.
Kasubbag TU Cabdin Wilayah V, Ramadhian Nuzul Ladorba, S.AP., menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas cuci tangan, pelibatan aktif UKS, serta koordinasi harus terus berjalan ke semua pihak untuk memastikan keberhasilan program MBG di sekolah ini.
Ramadhian Nuzul Ladorba, S.AP. Kasubbag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Belitung dan Belitung Timur yang juga Ketua Tim Monev Mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemenuhan gizi siswa. Hasil monitoring di wilayah Belitung dan Belitung Timur menunjukkan bahwa program ini telah memberikan dampak positif terhadap kehadiran dan semangat belajar siswa. Kami mengapresiasi komitmen satuan pendidikan yang telah melaksanakan program ini dengan penuh dedikasi.
Namun demikian, keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada ketepatan pelaporan, kelengkapan dokumen pendukung, serta koordinasi lintas sektor yang berkesinambungan. Kami mendorong pelibatan aktif Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), peningkatan edukasi gizi, dan penyediaan fasilitas penunjang seperti tempat cuci tangan sebagai bagian dari penguatan ekosistem sekolah sehat.
Cabang Dinas Wilayah V akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar program MBG dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi siswa di Belitung dan Belitung Timur.









